Tutorial MULTIVARIATE ANALYSIS OF VARIANCE (MANOVA) Dengan SPSS dan Interpretasinya
Manova merupakan uji beda varian. Jika pada anova, varian yang dibandingkan berasal dari satu variabel terikat (Y). Sedangkan pada manova, varian yang dibandingkan lebih dari satu variabel terikat Y1, Y2, Y3 dan seterusnya.
Contoh Kasus
Suatu penelitian dengan judul "PERBEDAAN KINERJA GURU DAN PROFESIONALITAS GURU ANTARA TIPE KEPEMIMPINAN DEMOKRATIS, PERMISIF DAN OTORITER PADA SEKOLAH TAMAN INDAH SE KODYA YOGYAKARTA". Adapun hipotesis yang akan diuji adalah:
Ada perbedaan yang signifikan kinerja guru antara tipe kepemimpinan demokratis, permisif dan otoriter.
Ada perbedaan yang signifikan profesionalisme guru antara tipe kepemimpinan demokratis, permisif dan otoriter.
Kinerja guru dengan tipe kepemimpinan demokratis lebih baik dari tipe kepemimpinan permisif dan otoriter.
Profesionalisme guru dengan tipe kepemimpinan demokratis lebih baik dari tipe kepemimpinan permisif dan otoriter.
Data yang diperoleh adalah sebagai berikut:
Langkah Pengujian:
- Definisikan variabel dan masukkan data ke SPSS.
- Pilih menu Analyze → General Linier Model → Multivariate.
- Masukkan variabel Y1 dan Y2 ke Dependent Variable dan A ke Fixed Factor(s).
- Pada kotak Options pilih Test of Homogenity lalu klik Continue.
- Pada kotak Post Hoc pindahkan A ke Post Hoc test for. Pilih Tukey dan Scheffe. Klik Continue, lalu OK.
Akan diperoleh hasil analisis output sebagai berikut.
Hasil Analisis:
Uji Homogenitas
α = 0.05
Daerah kritis: H0 ditolak jika p-value (Sig.) < 0.05
Statistik Uji: p-value (Sig.) Y1 = 0.423 p-value (Sig.) Y2 = 0.007
Nilai p-value (Sig.) Y1 = 0.423 > 0.05, maka H0 ditolak. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan kinerja guru antara tipe kepemimpinan demokratis, permisif dan otoriter.
Nilai p-value (Sig.) Y2 = 0.007 < 0.05, maka H0 ditolak. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan profesionalisme guru antara tipe kepemimpinan demokratis, permisif dan otoriter.
H1: Matriks varian/kovarian dari variabel dependen berbeda.
α = 0.05
Daerah kritis: H0 ditolak jika p-value (Sig.) < 0.05
Statistik Uji: p-value (Sig.) = 0.018
Kesimpulan: Karena p-value (Sig.) = 0.018 < 0.05, maka H0 ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa matriks varian/kovarian dari variabel dependen berbeda.
H1: Terdapat perbedaan kinerja (Y1) dan profesionalisme (Y2) guru antara demokratis, permisif dan otoriter.
α = 0.05
Daerah kritis: H0 ditolak jika p-value (Sig.) < 0.05
Statistik Uji: dari tabel Multivariate Test diperoleh niali p-value (Sig.) = 0.000
Kesimpulan: Karena p-value (Sig.) = 0.000 < 0.05, maka H0 ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa Terdapat perbedaan kinerja (Y1) dan profesionalisme (Y2) guru antara tipe kepemimpinan demokratis (A1), permisif (A2) dan otoriter (A3).
Selanjutnya dari tabel Test of Between-Subjects Effects, menunjukkan bahwa
Tabel Tests Multiple Comparison:
Dari tabel Tests Multiple Comparison menunjukkan:
aaa
Data dalam soal memenuhi asumsi multivariate diantaranya:
Dari hasil output diatas, diketahui bahwa nilai Asymp. Sig. pada tiap variabel > 0.05. Hal ini dapat disimpulkan bahwa data yang dimiliki berdistribusi normal. Sehingga memenuhi asumsi multivariat normal.
H0: Tidak ada pengaruh yang signifikan antara pekerjaan orang tua terhadap nilai ujian Matematika, Fisika, Biologi siswa kelas 3 SMA ABC.
H1: Terdapat pengaruh yang signifikan antara pekerjaan orang tua terhadap nilai ujian Matematika, Fisika, Biologi siswa kelas 3 SMA ABC.
Statistik Uji: Dari tabel Levene's Test diperoleh nilai p-value (sig.) = 0.143 untuk variabel Matematika, nilai p-value (sig.) = 0.276 untuk variabel Fisika dan nilai p-value (sig.) = 0.276 untuk variabel Biologi.
Kriteria Penolakan: Tolak H0 jika p-value (sig.) < alpha = 0.05.
Keputusan: Karena p-value (sig.) variabel Matematika = 0.143 > α = 0.05, maka H0 diterima. Karena p-value (sig.) variabel Fisika = 0.276 > α = 0.05, maka H0 diterima. Karena p-value (sig.) variabel Biologi = 0.276 > α = 0.05, maka H0 diterima.
Kesimpulan: Tidak ada pengaruh yang signifikan antara pekerjaan orang tua sebagai Tani, Buruh dan PNS dengan Nilai Ujian Matematika siswa kelas 3 SMA ABC. Tidak ada pengaruh yang signifikan antara pekerjaan orang tua sebagai Tani, Buruh dan PNS dengan Nilai Ujian Fisika siswa kelas 3 SMA ABC. Tidak ada pengaruh yang signifikan antara pekerjaan orang tua sebagai Tani, Buruh dan PNS dengan Nilai Ujian Biologi siswa kelas 3 SMA ABC.
H0: Terdapat perbedaan yang signifikan antara pekerjaan orang tua terhadap nilai ujian siswa kelas 3 SMA ABC.
Taraf Signifikansi: α = 0.05
Statistik Uji: Dari tabel Multivariate Test diperoleh nilai p-value (sig.) = 0.000.
Kriteria Penolakan: Tolak H0 jika p-value (sig.) < α = 0.05.
Keputusan: Karena p-value (sig.) = 0.000 < α = 0.05, maka H0 ditolak.
Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan antara pekerjaan orang tua terhadap nilai ujian siswa kelas 3 SMA ABC.
Daerah kritis: H0 ditolak jika p-value (Sig.) < 0.05
Statistik Uji: p-value (Sig.) Y1 = 0.423 p-value (Sig.) Y2 = 0.007
Nilai p-value (Sig.) Y1 = 0.423 > 0.05, maka H0 ditolak. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan kinerja guru antara tipe kepemimpinan demokratis, permisif dan otoriter.
Nilai p-value (Sig.) Y2 = 0.007 < 0.05, maka H0 ditolak. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan profesionalisme guru antara tipe kepemimpinan demokratis, permisif dan otoriter.
Uji Homogenitas Matriks Varian/Kovarian
H0: Matriks varian/kovarian dari variabel dependen sama.H1: Matriks varian/kovarian dari variabel dependen berbeda.
α = 0.05
Daerah kritis: H0 ditolak jika p-value (Sig.) < 0.05
Statistik Uji: p-value (Sig.) = 0.018
Kesimpulan: Karena p-value (Sig.) = 0.018 < 0.05, maka H0 ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa matriks varian/kovarian dari variabel dependen berbeda.
Uji Manova
H0: Tidak terdapat perbedaan kinerja (Y1) dan profesionalisme (Y2) guru antara demokratis, permisif dan otoriter.H1: Terdapat perbedaan kinerja (Y1) dan profesionalisme (Y2) guru antara demokratis, permisif dan otoriter.
α = 0.05
Daerah kritis: H0 ditolak jika p-value (Sig.) < 0.05
Statistik Uji: dari tabel Multivariate Test diperoleh niali p-value (Sig.) = 0.000
Kesimpulan: Karena p-value (Sig.) = 0.000 < 0.05, maka H0 ditolak sehingga dapat disimpulkan bahwa Terdapat perbedaan kinerja (Y1) dan profesionalisme (Y2) guru antara tipe kepemimpinan demokratis (A1), permisif (A2) dan otoriter (A3).
Selanjutnya dari tabel Test of Between-Subjects Effects, menunjukkan bahwa
- Hubungan antara Tipe kepemimpinan (A) dengan Kinerja guru (Y1) memiliki tingkat signifikansi (Sig. Y1) 0.000 < 0.05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kinerja guru yang diakibatkan oleh perbedaan tipe kepemimpinan.
- Hubungan antara Tipe kepemimpinan (A) dengan Profesionalisme guru (Y2) memiliki tingkat signifikansi (Sig. Y2) 0.000 < 0.05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan profesionalisme guru yang diakibatkan oleh perbedaan tipe kepemimpinan.
Tabel Tests Multiple Comparison:
Dari tabel Tests Multiple Comparison menunjukkan:
- Antara kepemimpinan demokratis (A2) dengan tipe kepemimpinan permisif (A1) memiliki nilai Mean Difference 8.50. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja guru (Y1) dengan tipe kepemimpinan demokratis (A2) lebih baik daripada kinerja guru (Y1) dengan tipe kepemimpinan permisif (A1).
- Antara kepemimpinan demokratis (A2) dengan tipe kepemimpinan otoriter (A3) memiliki nilai Mean Difference -147. Hal ini menunjukkan bahwa kinerja guru (Y1) dengan tipe kepemimpinan otoriter (A3) lebih baik daripada kinerja guru (Y1) dengan tipe kepemimpinan demokratis (A2).
- Antara kepemimpinan demokratis (A2) dengan tipe kepemimpinan permisif (A1) memiliki nilai Mean Difference -12.23. Hal ini menunjukkan bahwa profesionalisme guru (Y2) dengan tipe kepemimpinan permisif (A1) lebih baik daripada profesionalisme guru (Y2) dengan tipe kepemimpinan demokratis (A2).
- Antara kepemimpinan demokratis (A2) dengan tipe kepemimpinan otoriter (A3) memiliki nilai Mean Difference 4.10. Hal ini menunjukkan bahwa profesionalisme guru (Y2) dengan tipe kepemimpinan demokratis (A2) lebih baik daripada profesionalisme guru (Y2) dengan tipe kepemimpinan otoriter (A3).
Kesimpulan
- Terdapat perbedaan signifikan kinerja guru antara tipe kepemimpinan demokratis, permisif dan otoriter.
- Terdapat perbedaan signifikan profesionalisme guru antara tipe kepemimpinan demokratis, permisif dan otoriter.
- Kinerja guru dengan tipe kepemimpinan otoriter lebih baik dari tipe kepemimpinan demokratis dan permisif.
- Kinerja guru (Y1) dengan tipe kepemimpinan demokratis (A2) lebih baik dari tipe kepemimpinan permisif (A1).
- Kinerja guru (Y1) dengan tipe kepemimpinan otoriter (A3) lebih baik dari tipe kepemimpinan demokratis (A2).
- Profesionalisme guru dengan tipe kepemimpinan permisif lebih baik dari tipe kepemimpinan demokratis dan otoriter.
- Profesionalisme guru (Y2) dengan tipe kepemimpinan permisif (A1) lebih baik dari tipe kepemimpinan demokratis (A2).
- Profesionalisme guru (Y2) dengan tipe kepemimpinan demokratis (A2) lebih baik dari tipe kepemimpinan otoriter (A3).
Latihan
Akan dilakukan penelitian yang berjudul "Pengaruh Pekerjaan Orang Tua Terhadap Nilai Ujian Matematika, Fisika dan Biologi Siswa Kelas 3 SMA ABC". Perhatikan judul penelitian diatas, semuanya ada 4 variabel yang diteliti: Pekerjaan Orang Tua, Nilai Ujian Matematika, Nilai Ujian Fisika dan Nilai Ujian Biologi. Pekerjaan merupakan variabel independen yang bertipe kategorik atau skala data nominal atau kualitatif. Terdiri dari 3 kategori: Tani, Buruh dan PNS. Nilai Ujian semuanya variabel dependen yang bertipe numerik atau kuantitatif atau skala data interval/ratio.aaa
(A) Apakah data memenuhi asumsi multivariate normal?
Penyelesaian:Data dalam soal memenuhi asumsi multivariate diantaranya:
- Variabel tergantung harus dua atau lebih dengan skala interval (Nilai Matematika, Fisika, Biologi).
- Variabel bebas satu dengan skala nominal (Pekerjaan).
Dari hasil output diatas, diketahui bahwa nilai Asymp. Sig. pada tiap variabel > 0.05. Hal ini dapat disimpulkan bahwa data yang dimiliki berdistribusi normal. Sehingga memenuhi asumsi multivariat normal.
(B) Rumuskan bentuk uji hipotesisnya!
Penyelesaian:H0: Tidak ada pengaruh yang signifikan antara pekerjaan orang tua terhadap nilai ujian Matematika, Fisika, Biologi siswa kelas 3 SMA ABC.
H1: Terdapat pengaruh yang signifikan antara pekerjaan orang tua terhadap nilai ujian Matematika, Fisika, Biologi siswa kelas 3 SMA ABC.
(C) Susunlah tabel analisis variansnya!
Penyelesaian:Uji Homogenitas
Taraf Signifikansi: α = 0.05Statistik Uji: Dari tabel Levene's Test diperoleh nilai p-value (sig.) = 0.143 untuk variabel Matematika, nilai p-value (sig.) = 0.276 untuk variabel Fisika dan nilai p-value (sig.) = 0.276 untuk variabel Biologi.
Kriteria Penolakan: Tolak H0 jika p-value (sig.) < alpha = 0.05.
Keputusan: Karena p-value (sig.) variabel Matematika = 0.143 > α = 0.05, maka H0 diterima. Karena p-value (sig.) variabel Fisika = 0.276 > α = 0.05, maka H0 diterima. Karena p-value (sig.) variabel Biologi = 0.276 > α = 0.05, maka H0 diterima.
Kesimpulan: Tidak ada pengaruh yang signifikan antara pekerjaan orang tua sebagai Tani, Buruh dan PNS dengan Nilai Ujian Matematika siswa kelas 3 SMA ABC. Tidak ada pengaruh yang signifikan antara pekerjaan orang tua sebagai Tani, Buruh dan PNS dengan Nilai Ujian Fisika siswa kelas 3 SMA ABC. Tidak ada pengaruh yang signifikan antara pekerjaan orang tua sebagai Tani, Buruh dan PNS dengan Nilai Ujian Biologi siswa kelas 3 SMA ABC.
Uji MANOVA
H0: Tidak ada perbedaan yang signifikan antara pekerjaan orang tua terhadap nilai ujian siswa kelas 3 SMA ABC.H0: Terdapat perbedaan yang signifikan antara pekerjaan orang tua terhadap nilai ujian siswa kelas 3 SMA ABC.
Taraf Signifikansi: α = 0.05
Statistik Uji: Dari tabel Multivariate Test diperoleh nilai p-value (sig.) = 0.000.
Kriteria Penolakan: Tolak H0 jika p-value (sig.) < α = 0.05.
Keputusan: Karena p-value (sig.) = 0.000 < α = 0.05, maka H0 ditolak.
Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan antara pekerjaan orang tua terhadap nilai ujian siswa kelas 3 SMA ABC.
Selanjutnya dari tabel Test of Between-Subjects Effects, menunjukkan bahwa:
Hubungan antara Pekerjaan Orang Tua dengan Nilai Matematika memiliki tingkat signifikansi (sig.) 0.000 < 0.05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan Nilai Ujian Matematika yang diakibatkan oleh perbedaan tipe Pekerjaan Orang Tua.
Hubungan antara Pekerjaan Orang Tua dengan Nilai Fisika memiliki tingkat signifikansi (sig.) 0.000 < 0.05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan Nilai Ujian Fisika yang diakibatkan oleh perbedaan tipe Pekerjaan Orang Tua.
Hubungan antara Pekerjaan Orang Tua dengan Nilai Biologi memiliki tingkat signifikansi (sig.) 0.000 < 0.05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan Nilai Ujian Biologi yang diakibatkan oleh perbedaan tipe Pekerjaan Orang Tua.
Dari tabel Multivariate Comparisons menunjukkan:
Hubungan antara Pekerjaan Orang Tua dengan Nilai Matematika memiliki tingkat signifikansi (sig.) 0.000 < 0.05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan Nilai Ujian Matematika yang diakibatkan oleh perbedaan tipe Pekerjaan Orang Tua.
Hubungan antara Pekerjaan Orang Tua dengan Nilai Fisika memiliki tingkat signifikansi (sig.) 0.000 < 0.05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan Nilai Ujian Fisika yang diakibatkan oleh perbedaan tipe Pekerjaan Orang Tua.
Hubungan antara Pekerjaan Orang Tua dengan Nilai Biologi memiliki tingkat signifikansi (sig.) 0.000 < 0.05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan Nilai Ujian Biologi yang diakibatkan oleh perbedaan tipe Pekerjaan Orang Tua.
Dari tabel Multivariate Comparisons menunjukkan:
- Antara tipe pekerjaan Buruh dengan tipe pekerjaaan Tani memiliki nilai Mean Difference 28.25. Hal ini menunjukkan bahwa nilai ujian Matematika siswa dengan tipe pekerjaan orang tua Buruh lebih baik daripada nilai ujian Matematika siswa dengan tipe pekerjaan orang tua Tani.
- Antara tipe pekerjaan Buruh dengan tipe pekerjaaan PNS memiliki nilai Mean Difference -6.61. Hal ini menunjukkan bahwa nilai ujian Matematika siswa dengan tipe pekerjaan orang tua PNS lebih baik daripada nilai ujian Matematika siswa dengan tipe pekerjaan orang tua Buruh.
- Antara tipe pekerjaan Buruh dengan tipe pekerjaaan Tani memiliki nilai Mean Difference 20.12. Hal ini menunjukkan bahwa nilai ujian Fisika siswa dengan tipe pekerjaan orang tua Buruh lebih baik daripada nilai ujian Fisika siswa dengan tipe pekerjaan orang tua Tani.
- Antara tipe pekerjaan Buruh dengan tipe pekerjaaan PNS memiliki nilai Mean Difference -10.83. Hal ini menunjukkan bahwa nilai ujian Fisika siswa dengan tipe pekerjaan orang tua PNS lebih baik daripada nilai ujian Fisika siswa dengan tipe pekerjaan orang tua Buruh.
- Antara tipe pekerjaan Buruh dengan tipe pekerjaaan Tani memiliki nilai Mean Difference 25.25. Hal ini menunjukkan bahwa nilai ujian Biologi siswa dengan tipe pekerjaan orang tua Buruh lebih baik daripada nilai ujian Biologi siswa dengan tipe pekerjaan orang tua Tani.
- Antara tipe pekerjaan Buruh dengan tipe pekerjaaan PNS memiliki nilai Mean Difference -18.61. Hal ini menunjukkan bahwa nilai ujian Biologi siswa dengan tipe pekerjaan orang tua PNS lebih baik daripada nilai ujian Biologi siswa dengan tipe pekerjaan orang tua Buruh.
(D) Kesimpulan apa yang dapat diambil?
Penyelesaian:- Terdapat pengaruh yang signifikan antara ketiga tipe pekerjaan orang tua terhadap nilai ujian Matematika siswa kelas 3 SMA ABC.
- Terdapat pengaruh yang signifikan antara ketiga tipe pekerjaan orang tua terhadap nilai ujian Fisika siswa kelas 3 SMA ABC.
- Terdapat pengaruh yang signifikan antara ketiga tipe pekerjaan orang tua terhadap nilai ujian Biologi siswa kelas 3 SMA ABC.
- Nilai Matematika dengan tipe pekerjaan orang tua PNS lebih baik dari tipe pekerjaan orang tua Buruh dan Tani.
- Nilai Matematika dengan tipe pekerjaan orang tua PNS lebih baik dari tipe pekerjaan orang tua Buruh.
- Nilai Matematika dengan tipe pekerjaan orang tua Buruh lebih baik dari tipe pekerjaan orang tua Tani.
- Nilai Fisika dengan tipe pekerjaan orang tua PNS lebih baik dari tipe pekerjaan orang tua Buruh dan Tani.
- Nilai Fisika dengan tipe pekerjaan orang tua PNS lebih baik dari tipe pekerjaan orang tua Buruh.
- Nilai Fisika dengan tipe pekerjaan orang tua Buruh lebih baik dari tipe pekerjaan orang tua Tani.
- Nilai Biologi dengan tipe pekerjaan orang tua PNS lebih baik dari tipe pekerjaan orang tua Buruh dan Tani.
- Nilai Biologi dengan tipe pekerjaan orang tua PNS lebih baik dari tipe pekerjaan orang tua Buruh.
- Nilai Biologi dengan tipe pekerjaan orang tua Buruh lebih baik dari tipe pekerjaan orang tua Tani.
(E) Lakukanlah analisis lanjutannya. Sebutkanlah kelompok mana saja yang berbeda!
Penyelesaian:Lalu pada bagian uji Post Hoc Tukey HSD dan Scheffe. Perbedaan tiap kelompok dapat dilihat dari nilai harmonic mean yang dihasilkan tiap kelompok berada dalam kolom subset yang sama atau berbeda. Pada hasil uji menunjukkan ketiga kelompok sampel berada pada kolom subset yang berbeda. Tipe pekerjaan Tani masuk ke dalam kolom 1, Buruh masuk ke kolom 2 dan PNS di kolom 3. Ini mengindikasikan bahwa ketiga tipe pekerjaan ini memiliki perbedaan yang signifikan.
Semoga bermanfaat :)


















Komentar
Posting Komentar